Halo, hari ini aku libur loh. Beneran libur loh hihi, aku jadi bisa senyum sinis ke arah adik kelas yang leha-leha waktu kakak kelasnya susah-susah ngerjain soal UN sambil deg-degan takut-takut kalau dilirikin pengawas yang dibelakangnya berkobar api bak Dewa Ares (Si Dewa Perang di mitologi Yunani ya, aku baru aja selesai baca ceritanya Percy Jackson serial pertama dan setelah aku baca, aku langsung end up karena bukunya setebal kamus.), sambil berkata, "Kena kau!" (tapi sebenarnya pengawasnya ngga ada yang begitu,sih.)
TERUS UN-MU GIMANA ZIT??
(karena ngga ada yang tanya jadinya tanya diri sendiri)(kasian kan)
YA AMPUN AKU RASANYA PINGIN TERIAK-TERIAK SAMBIL MENGGELINDING DARI BUKIT TERUS NYEMPLUNG KE SAUS COKLAT.
Beneran.
Ya Alhamdulillah sekali dan aku sungguh lega serta sangat bersyukur karena aku sudah bisa mengerjakan UN dengan lancar walaupun di setiap mapel pasti aku bertemu dengan soal yang waktu aku baca selalu buat aku pingin nangis, tapi aku tetap ngga bisa nangis karena aku duduk tepat di depan, berhadapan langsung sama pengawas. Tapi aku tetap bersyukur dan tetap berharap bisa masuk 10 besar dan pakai toga, terus bawa orangtuaku maju ke atas panggung. Tapi di satu sisi kadang aku juga pesimis soalnya teman-temanku juga pasti nilainya bagus-bagus, but as someone said, "If there is doa, there's a way." Jadi aku selalu berdoa dan bertawakkal agar harapanku terkabul. Dan aku juga sempat meditasi dan luluran untuk mengosongkan pikiran dan agar siap untuk mengontrol diri kalau nanti hasilnya sudah diumumkan.
Lalu ngomong-ngomong tentang libur, aku libur 2 hari + minggu = 3 hari. Dan aku juga bisa berharap kalau aku bisa liburan, bukan sekedar libur. Konteksnya berbeda ya, libur dan libur-AN. lalu aku juga setiap libur selalu minta sama ibu buat bisa liburan bareng-bareng, tapi aku harus tahu dan mengerti bahwa pekerjaan ibuku bukan pekerjaan yang bisa buat ambil cuti seenaknya. Dan yang sungguh memalukan adalah setelah minta hal kayak gitu dan ibu selalu menolak, aku selalu monang dan akhirnya bercucuran air mata beneran diam-diam. (KOK JADINYA GALAU SIH).
Tapi aku tetap menghargai apapun yang terjadi sama diriku kok (elaaah), aku juga tetap yakin pasti nanti ada kesempatan lain buat aku biar bisa keluar dari Purwokerto yang sekarang panasnya bikin aku pingin bawa air segalon buat ngguyur kepala kalo panasnya udah kelewatan dan biar aku ngga kalut juga kalau-kalau sekarang katanya G. Slamet lagi mabuk, terus dia ngeluarin isi perutnya, naudzubillah... Aku juga pernah berpikir kalau G. Slamet juga pingin liburan sama halnya sama aku, tapi karena dia ngga punya persediaan obat anti mabuk yang cukup, alhasil dia mabuk dan ... gitu deh.
TAPI SETELAH ITU AKU BERPIKIR ...
GUNUNG SLAMET MAH NGGA BISA JALAN ZIT.
(Mulai nangis)(ambil tisu buat ngelap ingus)
(Jadi ini sebenarnya postingan tentang apa sih)
Tentang UN.
Tentang liburan.
Tentang pengharapan-pengharapanku.
Dan karena pupusnya (cielah) harapanku tentang liburan, terus juga karena guru lesku suka ngegodain kalau dia bakal mendaki gunung (dan ya ampun aku ngiri banget, tapi aku senyum sinis karena dia bakal deg-degan berhadapan sama dosennya waktu dia ujian nanti) dan aku juga sempat teriak-teriak di rumah karena semua keinginan-keinginan aku pendam terus. Dan begitu aku selesai dan capek teriak, aku langsung end up sambil meluk guling.
Akhirnya aku juga berpikir cara bagaimana aku mengisi 3 hari ini tanpa merasa kosong. Dan akhirnya aku bikin agenda buat 3 hari ini, agenda di Purwokerto sih lebih tepatnya. Disebut agenda di rumah juga bisa.
Akhirnya aku menghabiskan hari-hari buat membaca nonstop 3 novel punya orang yang masih rapih belum dibaca. Ada Paper Romance, The Lightning Thief sama Cupcake Diaries : Alexis Gets Frosted (Dan ini serial Inggrisnya asli loh, dalam artian lain aku membaca original version-nya dan aku sampai megap-megap bacanya--habis bolak-balik harus ngecek kamus biar tahu artinya. Walaupun memang cuma sebagian aja istilah asingnya, aku teteup kukuh buat baca walaupun aku sampai kekeringan bacanya.)
Terus aku juga sempet-sempetin buat luluran, buat maskeran juga (kalau kata momo-keponakanku, katanya biar unyu), terus aku juga main lompat tali 1 jam (selesai main lompat tali aku sampai kayak habis mandi, dan aku megap-megap juga kayak ikan kalo ngga nemu air), dan banyak hal lain yang aku kerjakan--tapi aku ngga kewalahan, h3h3
Dan aku berpikir bahwa ini adalah kegiatan pengganti dari fakta bahwa aku ngga bisa liburan.
TAPI AKU TETEP PINGIN LIBURAN.
.
.
.
.
.
Jadi, aku berpikir bahwa sepenuhnya aku ngga perlu kecewa tentang harapan-harapan yang belum terwujud. Mungkin ada waktu lain, atau ternyata harapan kita akan diganti dengan harapan-harapan lain yang sebelumnya kita pikir ngga akan terwujud.
Dan sekarang aku berpikir untuk meloak soal-soal pre-post testku.

Comments
Post a Comment