Hai, it's been a while since the last time I posted my last poem ya and here I go to tell you why kok judulnya panjang banget gitu ya, yang aku pula ngga ngerti kalau dalam kaidah kebahasaan judul seperti itu boleh ditulis atau engga. But at least, terlepas dari judul yang panjang tersebut, terdapat pengalaman yang tak ternilai harganya (agak geli sih nulisnya but let's get started!)
Jadi aku menghabiskan liburan puasaku dengan jadi gulungan daging di rumah. Awalnya sih begitu, karena aku sempat sakit (jadinya malah curhat) selama 15 hari dan selama 15 hari tersebut aku tidak puasa karena ya at least sama dokternya harus minum obat terus dan harus makan, makan, makan, makan, makan sampai perutnya full. Tapi yang namanya orang sakit, apalagi sakit pencernaan, dikasih makan justru (maaf maaf aja ya) dimuntahin, mau nelen makanan juga susah soalnya radang tenggorokan juga, mau mencicipi makanan rasanya juga pengin mbrebes mili nih ati soalnya lidahnya pahit dan ngga bisa merasa apapun (padahal makanan yang dibeliin Bapakku enak-enak banget, kayak pagi-pagi Bapak membelikan aku bubur ayam, siangnya makan gudeg, malamnya aku dibelikan sate ayam. Tapi apa daya semuanya aku muntahkan)(Maafkan aku ya Bapak). Alhasil ngga ada makanan yang masuk dan aku ngga merasakan I did BAB in those 15 days pemirsa karena memang benar-benar ngga ada makanan yang masuk, jadi hanya mengandalkan minum teh dan minum obat. Jadinya beratku turun drastis. Awalnya sih senang beratnya turun tapi waktu dipikir lagi malah jadi sedih soalnya turunnya karena sakit hiks.
Lalu setelah ke dokter 3 kali, baru disimpulkan bahwa maagh-ku kambuh dan mempengaruhi semua rasa sakit (ceilah) yang aku rasakan tersebut. Tapi kasusnya beda dari yang tahun lalu. Kalau tahun lalu aku maagh hanya sampai pusing dan sesak nafas, kalau sekarang benar-benar sampai demam, radang tenggorokan, batuk dan pilek (dan pusing juga sudah satu paket) sampai kalau mau berjalan rasanya sakit sekali, sholat aja sambil duduk karena ngga kuat berdiri.
Jadi, teman-teman yang punya maagh apalagi kalau sama punya asam lambung yang suka naik juga (apasih sebutannya aku ngga paham soalnya katanya maagh dan asam lambung yang naik tuh berbeda ya? Atau sama? Maaf ya kalau banyak yang salah mengenai masalah keseatan karena aku bukan pakarnya hehe) hati-hati ya, jangan sampai makan telat, makan daging juga jangan terlalu banyak karena kata dokternya daging itu mengandung asam, banyakin makan sayuran juga biar apaya aku lupa hehe (ngga mutu banget ya tulisannya), terus jangan makan pedas dan berminyak dalam satu waktu apalagi dibarengi dengan minum es, itu sudah bahaya banget, apalagi kalau maagh-nya sudah akut. Itu kata dokternya ya, bukan kata aku hehe.
Tapi memang enak banget sih ya, apalagi kalau makan mendoan pakai sambel terus minumnya es jeruk. Masha Allah surga dunia banget rasanya. Dan semua pantangan tersebut kesukaan aku banget pemirsa :')
(Sebentar, lap ingus air mata dulu)
Jadi, hubungan cerita di atas sama judulnya apa sih, Zit?
NGGA ADA HUBUNGANNYA DEAR READERS TERSAYANG HAHAHAHA :')
(eh ada readersnya kan? ada yang baca kan?)
Anggap aja yang tadi intermezzo ya teman-teman.
Jadi, saat aku sedang gegulingan di tempat tidur, aku dapat pesan yang isinya tentang kegiatan #DropboxRamadhan terus aku langsung sebar ke semua grup di akun whatsapp-ku dan alhamdulillah ada yang respon langsung chat aku buat ngajak untuk jadi relawan untuk acara tersebut. Aku awalnya sempat berpikir karena aku tempo hari masih sakit jadi belum tahu kapan benar-benar sembuhnya. Tapi aku berpikir lagi, kalau aku ngga ikut nanti di rumah ngga ada kegiatan apa-apa dan akhirnya antara iya dan engga aku akhirnya daftar juga. Awalnya waktu awal sms ke cp-nya kok ngga dibalas sampai esoknya dan ternyata usut punya usut nomornya salah, terus akhinya aku langsung sms ke nomor yang benar dan langsung dibalas lalu bilangnya mau digabungkan seluruh relawan ke satu grup di whatsapp. Dari grup yang anggotanya hanya berlima doang, lalu makin banyak yang masuk dan akhirnya sampai hari H ada sekitar 20 orang yang join.
Dan itu adalah squad pertamaku dengan orang -orang yang benar-benar baru walau wajah-wajahnya ngga baru sih, karena sudah pernah lihat sebelumnya. Kebanyakan para relawan adalah para alumni dan adik-adik kelasku, tapi ngga apa-apa sih, karena aku juga jadi kenal dengan mereka dan bisa dapat advice yang secara langsung maupun ngga langsung mereka sampaikan.
Mereka juga baik-baik banget! Kebanyakan lagi pengin banget menikah (maafin zita bilang begini ya mas-mba hiks) jadi ndilalah kebanyakan bercandaan dan bahasannya ya tentang kebaperan dan menikah. Tapi at least (we're trying to know and understand that) they are husband material and wifey material kok (LAH HAHAHA).
Jadi #DropboxRamadhan ini (dari yang aku alami ya) adalah kegiatan di mana kita membagikan baju-baju layak pakai kepada warga-warga yang memang benar-benar perekonomiannya di bawah rata-rata dan benar-benar membutuhkan walau at least ngga sepenuhnya membagikan karena sistemnya seperti bazar. Makanya sasarannya ada di tempat yang jauh banget sampai sinyal dan wifi tidak ada lulz. Tapi benar loh, rasanya sih jalannya ngga terlalu jauh karena awalnya jalannya mulus dan biasa aja, tapi waktu mencoba untuk lihat lokasi di beberapa hari sebelumnya, awalnya sempat takut karena jalannya berbatu dan batunya hidup (mengutip), maksudnya batunya ngga menempel ke jalan, jadinya bisa saja batunya menggelinding dan kalau naik motor bisa bahaya. Akhirnya, sebagai victims, kami-kami yang membonceng turun dari motor dan sisanya jalan ke lokasi. Terus hal yang menarik adalah masih ada ibuk-ibuk yang mencuci di aliran sungai di sebelah jalan-jalan. Awalnya sempat kaget karena dengan santainya si ibuk-ibuk ini mencuci pakaiannya sambil kembenan handuk pemirsa dan itu di pinggir jalan. Kalau banyak yang lihat kan malu ibuk....
Awal-awal mengumpulkan donasi baju layak pakai aku sempat ngga ikut jadi kurang tahu perkembangannya, lalu setelah tahu bahwa donasi yang terkumpul sudah banyak, akhirnya kami semua berkumpul di suatu tempat dan merapihkan serta mengelompokkan pakaian-pakaian tersebut berdasarkan jenisnya. Such as baju dewasa, baju anak-anak, kerudung, sepatu, kaos, kemeja, celana, etc. Setelah dilihat dan melipat banyak sekali baju-baju, ternyata ada banyak sekali jumlahnya. Sampai saat itu lelah banget dan ndilalah sampai habis ashar aru selesai. Jadi setelah itu kami memutuskan untuk berunding bareng dahulu dan buka bersama di sana. Senangnya adalah makanannya gratis dan ada wifinya juga #akucintagratisan
Singkat ceritanya, setelah kami membereskan semua pakaian tersebut, besoknya kami memutuskan untuk ke lokasi jam 7 tapi karena ada yang banyak dapat urgent akhirnya mundur jadi jam 07.30 (aku juga ngaret sih, karena maskeran dulu dan maskernya belum kering saat jam sudah menunjukkan pukul 7 dan ternyata Bapak juga ngga bisa mengantar karena teler setelah menonton Euro Cup malamnya jadinya aku dijemput Mba Ghina. Lalu setelah itu padahal Mba Ghina sudah menunggu dengan duduk manis di ruang tamu menunggu aku selesai siap-siap)(Ngga ding, padahal dia ngamuk-ngamuk sambil bilang, "Cepetan koh, Zit, nanti kita diamuk yang lain kalau telat.")(HEHE)
Nah, barang-barang tersebut diangkut di mobil pick-up dan kami semua ke lokasi naik motor. Kalau menurut aku sih dingin, soalnya lokasinya naik ke atas gitu (?) tapi ngga sedingin didinginin sama dia (ngomon sama udara).
Nah, setelah kami semua sampai di lokasi, langsung kami nge-greet Bapak (aku lupa RT atau RW, tapi sepertinya dua-duanya sih) buat izin siap-siapin acaranya, setelah itu kami menggelar tikar, memasang banner, dan menata baju-bajunya yang ternyata setelah aku tahu ya sama warganya diadul-adul (bahasa Indonesianya kayak diberantakin) lagi. Tapi ngga apa-apa, karena warga-warganya antusias banget Masha Allah, senang banget lihatnya dan ada ibuk-ibuk yang sudah beli banyak terus begitu dengar harga pakaiannya turun langsung menyerbu lagi. Ada juga ibuk-ibuk dan bapak-bapak yang menunggu sampai barang-barangnya gratis baru menyerbu lagi. Asli lucu banget saat melihat mereka semua baik ibu-ibu, bapa-bapa, mba-mba, dan adik kecil antusias teriak-teriak minta pakaiannya ditawar dan padahal kan itu udah murah banget buk :') Bayar parkir aja ngga sampai.
Terus ada TPQ juga. Aku ngga lihat yang TPQ tapi waktu dengar mereka bermain tepuk anak sholeh suaranya keras sekali, seperti penonton-penonton yang sedang menonton konser. Atau mungkin karena efek dindingnya menggema juga kali ya tapi overall semua acaranya sukses kok dan keren banget asli karena kami dari berbagai usia bisa become one.
Setelah itu sekitar pukul 1 siang kami semua pulang ke Purwokerto dan sempat tepar di rumah teman kami karena lelah sekali sampai kami membangunkan satu persatu untuk sholat ashar dan setelah itu le'le'an (nah kalau ini aku kurang paham bahasa Indonesianya apa) dan setelah itu kami buka bersama (lagi) tapi yang kali ini bayar sendiri-sendiri rupanya dan setelah itu berbagi cerita dan alhamdulillah kembali ke rumah dengan selamat.
| Ini saat beberapa hari sebelum acara mencoba melihat lokasinya, itu yang di tengah bekalang udah bapa-bapa ya, jangan disamain sama mas-masnya. |
| DEGEM-DEGEMNYA TPQ |
"We, the people, recognize that we have responsibilities as well as rights; that our destinies are bound together; that a freedom which only asks what's in it for me, a freedom without a commitment to others, a freedom without love or charity or duty or patriotism, is unworthy of our founding ideals, and those who died in their defense." - Barack Obama
salam hangat dan selamat mudik,
zita : )
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete