Skip to main content

Legowo



Bintaro, 1 Juni 2018


Kehidupan perkuliahanku ngga pernah lepas dari yang namanya berlayar dari satu tugas ke tugas yang lain, presentasi, kuis dadakan, mau kuliah ngga dapet ruangan, udah lari-lari dikirain bakal telat tapi ternyata dosen malah belom dateng dan part yang paling ngeselin adalah kuliah jam 7 tapi jam 6 belum mandi dan masih goler-goler di kasur sampe jam 6.30 dan merasa diambang kebimbangan antara apakah mandi dulu, bab dulu, atau langsung cus ke kampus tanpa mandi.

Gila. Ada yang ngga beres sama ini badan. Dan yang mengoperasikan ini badan tentunya.

Perubahan pertama yang aku rasakan begitu hampir setahun merantau di Jakarta (Plis Bintaro kan mepet Jakarta, jadi anggep aja Bintaro masih bagian dari Jakarta, wakau sebenernya engga) adalah jadi seneng ngomong lu-gua bahkan sama temen se-organda sendiri. Gua aja heran. Nah lo. Keluar kan lu-gua nya hahaha.

Lalu selama berbulan-bulan aku ngga publish tulisan di blog adalah karena salah satunya aku ingin membuat konten yang bagus, yang berkualitas, seperti selayaknya blogger-blogger profesional di luar sana. Tapi kemudian, setelah dipikir daripada lama ngga nulis tapi otak juga zonk karena pembodohan yang lambat laun menggerogoti otak ini, jadi aku sekarang ngga begitu peduli tentang bagaimana kualitas tulisanku, maksudku aku akan menulis apa aja yang ada di otakku, apa yang aku rasakan dan apa yang aku alami. Jadi mungkin setelah kalian membaca postingan ini dan beberapa postingan ke depan, kalian akan menyesal dan ngga mau datang ke sini lagi.

Akhir-akhir ini aku sering menangis. 

Sampe dibilang, "Zit, matanya besar amat, bengkak ya? Apa ngantuk? Bibirnya juga pucat, kamu makein fondation sampe bibir?"

Terus dalam hati pengin teriak, "Haha emang gua muka aslinya begini, woy."

Tapi aku senyum aja, pura-pura sebelumnya melakukan sesuatu secara normal.

Jiji ngga? Hahaha.

Dan kemudian aku sadar bahwa badan ini harus dilatih untuk tidak kecewa secara berlebihan. Kecewa karen semisal doi ndeketin tapi brengseknya (lebih ke begonya diri sendiri) doi udah punya cewe, atau nilai yang ancur karena ngga pernah belajar, main terus, tapi pengin nilai bagus. Sebego itu ini orang. Dan lagi kecewa karena penempatan PKL yan tidak ada di pilihan yang dipilih.

Tadinya aku mikir, mungkin banyaknya aku menangis karena mungkin aku cewe, jadi lumrah untuk sering banget nangis. Lumrah untuk terus pakai perasaan dalam setiap hal yang dialami. Tapi kemudian setelah dipikir lagi, harusnya aku (atau mungkin juga temen-temen yang merasa) perlu masanya, perlu mengkhususkan waktu untuk melatih diri tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Untuk kemudian berpikir rasional. Berpikir realistis, dan kemudian melatih diri untuk legowo.

Karena pasti ngga tanpa alasan sesuatu itu terjadi atau ditetapkan di luar apa yang kita mau, di luar apa yang kita harapkan. Kayak kerennya kalau kata orang-orang mah everything happens for a reason. Tadinya aku ngga percaya kata-kata itu, karen sebelumnya aku beranggapan bahwa ya sesuatu terjadi karena emang harus terjadi. Tapi ternyata engga. Pasti ada alasannya. Ngga mungkin misal nilaiku jelek lalu nilai temanku bagus, pasti ada faktor di mana dia belajar mati-matian di saat aku malah leha-leha atau di saat aku tidur pulas.

Kalau dipikir kuliah setahun itu singkat banget. Baru kemarin ospek sekarang udah semester akhir. Rasanya buat nyesel lama-lama juga ngga ada gunanya.Jadi yaudah, aku berpikirnya sekarang jalanin aja apapun yang harus dijalanin, jalanin dengan baik, pasti entar ada aja jalan yang jadi kesempatan buat kita untuk go ahead lebih mudah. Kecewa itu karena jalannya harusnya ke situ tapi malah nyabang dan beloknya ke lain jalan.

Jadi, ngga perlu lah kecewa lama-lama, apalagi nangis lama-lama. Oke lah buat meluapkan emosi tapi kalau lama-lama pun juga ngga ada gunanya. Apalagi ntar mata lo bengkak dan muka lo ikut membengkak dan kemudian nyembuhinnya ngga instan.

Yaudah deh, segini dulu sesi ngomong sendirinya, mungkin aku bakal balik lagi seminggu kemudian, sekalian bersih-bersih blog yang udah usang ini.


Selamat menjalankan ibadah puasa, ya!

Comments

  1. Hahaha ketawa aku bacanya, lucu zitt 👍👍👍

    ReplyDelete
  2. Nano nano gt, sedih, seneng, lucu. Btw bener banget everything happen for a reason. Jadi semangat ya sebulan PKL di Jakarta :p hahaha ❤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inaaaa ih jiji asli dibaca temen sendiri, pake anonymous kek, jangan nama asli klo comment hahaha luv

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

What a Year Has Taught Me

At the first time when I taught about what happiness means, it always gonna be, "It would be really amazing when things always go right." not because it's just always happiness that we feel, not always a blooming flowers that we see from afar, or just a warm jasmine tea that we always drink when it's a fully rainy day. When it comes to the time when I think about what happiness means, I always get a different meaning and perspectives.  When it came to my arrival at home in the last October, I was very ready to go back to my childhood memory, to go every side of this small city, to feel the breeze in the morning and every evening, to go to every places that has already been part of my childhood memories. Memorizing and reminiscing the feel when it comes to laugh hard with old friends, when it goes to do gardening with mom and harvesting her plants also comes to go a long night ride with my father. At that time, what happiness means to me was redoing every part of my ch...

Terus Belajar

Pengalaman adalah guru terbaik Alhamdulillah tanggal 14-16 Maret 2016 kemarin kami semua sukses mengadakan acara PLM yang memang dirancang sebagai program khusus tahunan. Kalau dipikir-pikir acara-acara seperti ini harusnya dilakukan tiap hari saja //HMMM// agar lelah itu bisa terasa sangat menyenangkan. Karena seperti aku, anak yang lebih suka bermain di luar, ketika tiba-tiba disuruh belajar di dalam ruangan tanpa camilan dan mainan kemudian hanya diberi buku dan soal latihan, lebih baik duduk selonjoran sambil mendengarkan lagunya Ed Sheeran. Yang ada bukannya selesai belajar, malah lebih cepat tertidur pulas (Tapi lagu-lagu Ed Sheeran overall favoritku semua kok). Jadi, seperti postingan PLM tahun lalu (yang belum baca bisa cek di sini ya  http://zitarifdani.blogspot.co.id/2015/03/that-i-had-best-day.html  ) acara PLM tahun ini juga alhamdulillah masih tetap sama, ada SMAIT Mengajar, sembako murah (atau gratis ya?), memasak, bazar pakaian pantas ...

I Had The Best Day

Jadi, tanggal 9 sampai 11 Maret 2015 kemarin di Karangrau Banyumas, tepatnya hari Senin sampai Rabu, aku dan teman-teman kelas 10 dan kelas 11 mengikuti kegiatan PLM atau singkatan dari Pengenalan Lingkungan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pas kakak-kakak kelas 12 menjalani UAS (eh apa US ya?)(Bedanya apa toh? Aku nda ngerti). Karena di postingan sebelumnya aku belum mengorek sedikitpun tentang kegiatan ini, soalnya kan postingan kemarin aku bikin puisi galau gitu yang sebenarnya aku pun masih mikir apa sih manfaatnya? HAHA Anyone feel me. Tapi ngga apa-apa kok, kan namanya berkarya, dalam keadaan apapun aku selalu write them down, all of them, mau itu sedih, senang, atau pun flat. . . Jadi kembali lagi. . . Kalo postingannya dibuat berjeda-jeda bikin penasaran ngga . . Haha, jangan kzl ya . . Nah, ada beberapa kegiatan di acara PLM ini. Buat yang putri itu mengajar dan memasak, terus buat yang putra itu bangun rumah. Dan aku kebagian kegiatan me...