Skip to main content

Posts

Tumbuh Dewasa

Saya tidak pernah tahu ataupun sadar sebelumnya bahwa waktu itu memang benar-benar cepat sekali berputar. Saya sendiri yang selalu bilang pada diri saya, "Tenang, teliti, tidak tergesa-gesa." Perkataan ini saya dapatkan ketika beberapa tahun yang lalu saya akan menghadapi UN dan nilai try out matematika pertama saya adalah 4,3 dan guru saya saat itu memerikan kata-kata tersebut sebagai penyemangat kemudian setelah melewati beberapa try out akhirnya saya bisa mendapatkan nilai yang saya targetkan. Tapi bukan itu. Yang akan saya bahas di sini bukan tentang nilai tersebut atau pun prosesnya, karena sebelumnya saya sudah pernah membuat tulisan tentang hal tersebut. Namun kembali lagi kepada hal tadi. Waktu yang dengan begitu cepat berlalu dan mungkin ini akan menjadi tulisan terakhir saya pada tahun ini. Miris sekali bukan? Saya yang selalu bilang pada diri saya sendiri, "Tulis apapun. Mau itu tentang cerita, puisi, atau pun kata-kata, maka tulis ap...

Satu

Jadi, apa, sih nikmat Tuhan? Weitz, belum apa-apa langsung blak-blakan. Pengantar begini mah sebenarnya salah ya, ngga boleh dipakai. Ngga ada kaidah kepenulisannya sama sekali. Menulis pengantar kok cuma sebaris, lima kalimat doang lagi. Jadi, apa, sih, nikmat Tuhan? (Teteup kekeuh)(lha ini kan blog saya, gak saya dong untuk mengisi segala hal yang ingin saya tulis atau saya tuangkan dalam bentuk kata-kata) (Belum apa-apa kok udah ngegas aja ya)(samfah bgt deh ya hahahahahaha) Setelah dari apa yang aku alami sebelumnya, nikmat Tuhan itu beraneka ragam dan bermacam-macam sampai berjuta bahkan bermilyar bahkan sampai triliyunan lebih nikmat yang sudah kita rasakan. Sejak kita pertama kali sadar telah berada di dunia, bahkan hingga detik ini, saat aku menulis (dan mungkin aku akan merangkum) nikmat-nikmat yang sudah aku dapatkan. Tapi mungkin aku akan lelah jika menuliskan semuanya, jadi kali ini aku hanya akan menuliskan salah satu dari semua nikmat-nikmat T...

Barangkali Kamu

Barangkali karena kamu hari ini aku bisa menggapai apa yang jadi titik temu antara dua benda yang selalu terjadi kala kamu datang Barangkali karena kamu detik ini aku masih bisa menulis dan membayangkan derap langkahmu yang habis datang menghampiri Barangkali karena kamu selama ini aku bisa terlihat bahagia dan orang-orang pun mengira semuanya datang karena kamu yang cipta Barangkali karena kamu jua burung-burung enggan untuk berpisah tetap bersama terbang hampiri dunia ciptakan tawa di tengah terjang udara Barangkali karena kamu tahu aku di sini pun selalu menunggu terkadang bahkan menatap kosong tegap bahumu yang kupandang dari jauh Barangkali karena kamu semua mata tertuju pada satu titik di mana aku dan kamu saat itu berbincang mereka tersipu malu bagai mereka jua rasakan Namun barangkali kamu tak tahu surat-surat cinta yang aku selipkan di lokermu membuat aku bergidik tiap kali menulisnya karena tak begitu berani ungkapkan rasa Tapi bara...

Cerita Hari Itu

Entah mau bagaimana pun, aku tetap menelusuri jalan ini. Jalan yang dulu bahkan kita tak pernah tahu keberadaannya. Ketika waktu itu bumi gelap sisakan bulan, yang entah setiap waktu berganti dari sabit hingga purnama yang sempurna pancarkan cintanya. Dengan daun-daun dari pohon-pohon hijau yang menjadi tempat kita berteduh kala rinai hujan datang, tempat yang jadikan kita lihat bersama indahnya pelangi yang bahkan bisa aku lihat warnanya ketika tak sengaja aku melihat beningnya matamu. Tempat yang di setiap sisinya bahkan punya cerita indah untuk bisa dikenang walau entah bagaimana pun semua itu akan hilang dan tergerus oleh bergulirnya masa. Indah, bahkan untuk bisa dikenang. Indah, bahkan untuk bisa kita kembali lagi bersamanya. Apa kamu tahu? Jalan itu bahkan masih ada hingga detik ini. Hingga waktu bergulir dari hari ke hari. Bahkan rinainya hujan yang nanti kan gantikan jadi pelangi masih sama wujudnya hingga saat ini. Tawa canda yang aku dan kamu ciptakan...

Berdamai dengan Hati

Halo, blog Ngambek, ya? Setelah dianggurin sekitar satu bulan, akhirnya aku menulis (lagi). Sebenarnya bukan karena tidak sengaja, tapi karena benar-benar sengaja. Sengaja untuk meluangkan waktu untuk menulis di sini. Karena kalau lama-lama dianggurin yang main ke sini juga makin dikit HUAAAAAAAA //maaf ya anaknya emang kadang-kadang random gitu//tanda-tanda kurang kasih sayang// Oke, tadi intermezzo dulu ya //Alesan// Jadi, Ada banyak hal yang aku ingin beri tahu (walau di luar sana banyak sekali orang yang bahkantidak ingin tahu atau bahkan tidak peduli), yang aku ingin tulis, yang aku ingin tuangkan dalam bentuk kebawelan dalam tarian kata, tapi waktu memang berjalan cepat sekali, ya? Kita kadang bisa saja melewatkan banyak hal, melewatkan banyak peristiwa.Yang kadang kita lupa. Lupa bagaimana untuk belajar dari hal-hal itu, lupa untuk mengerti bagaimana hal-hal tersebut bisa terjadi, dan lupa bagaimana caranya bersyukur. Jadi aku bersyukur sekali, k...

to feel to learn

Pertama. Aku ingin berterima kasih kepada kalian semua yang masih menyempatkan waktu untuk main ke blog yang sudah berdebu ini walau postingan terakhirku adalah di bulan Mei lalu. Alasan mengapa aku ngga menyempatkan diri untuk menulis lagi adalah karena entah mengapa banyak kejadian yang berlalu dengan cepat, entah karena aku begitu menikmatinya atau memang hal karena aku begitu cepat melupakan kejadian-kejadian tersebut. Jadi saat aku sudah berhadapan dengan laptop dan mencoba untuk menulis sesuatu di sini, aku kembali bingung apa yang sebenarnya aku tulis. Tapi di luar aku menulis di blog, aku tetap menulis kok. I write everything what I want to write. Aku sempat menulis poem, quote ((cielah)), dan beberapa the-words-you-write-to-make-you-remember. Kedua Banyak kejadian yang selama ini terjadi yang membuat aku belajar dan membuat aku berpikir. Bahwa untuk membuat kita bahagia itu ngga perlu untuk melukai orang lain, bukan? Aku belajar dan aku belajar banyak. ...

Have a Good Feeling

It has been many hours ago since the last time we talked. Since the last time I kept my phone two pillows away from me. Since the last time I watched a movie. Since the last time I sat there waiting for your reply. Since the last time I kept making my self to believe that you would read and reply it. It has been many hours ago since the last time I kept waiting for nothing. Perhaps I dived too deep until I don't know where is the surface. Perhaps I trusted too much until it breaks me. Perhaps I waited too long until I get bored. Perhaps I cared too much until it turns me into pieces. And perhaps I loved too much until it hurts me so much. But I reread the photo that islamify posted many days ago ; When we miss a bus, lose a job, or find ourselves unable to marry the person we want, have we ever stopped to consider the possibility that it may have been for our own good? Allah tells us in the Quran : "... But perhaps you hate a thing and it's good fo...