Skip to main content

Togetherness



Kalau misal ada yang tanya, "Kapan hari-hari bahagiamu?" 

Aku bakal menjawab, "Setiap hari aku selalu merasa bahagia, setidaknya sebagian besar hariku aku selalu merasa bahagia."

Kalau misal ada yang tanya, "Siapa saja yang mengisi hari-hari bahagiamu?"


Aku dengan mantap menjawab, "Tentu bersama mereka."

Kalau misal ada yang tanya, "Apa saja yang mereka lakukan sehingga kau merasa bahagia?"

Aku akan menjawab, "Banyak hal berharga yang mereka lakukan untukku."

(itu kalau ada yang tanya)




Hari itu sekitar jam 10 pagi, tahun lalu, deretan meja kedua di kelas heboh. Heboh. Kenap heboh ya, awalnya aku ngga tau, terus setelah aku nimbrung aku baru tahu apa yang mereka bahas. Tau ngga tau ngga mereka ngebahas tentang apa. 

Running Man.

Salah satu acara Kpop yang waktu itu ngehits karena (mereka bilang) kekonyolannya eidan. Aku yang notabene ngga mengerti (dan ngga tahu) begituan ketawa kering aja waktu mereka juga ketawa ngebahas hal itu, terus waktu ditanya, "Kamu nonton epispde yang apa, Zit?" , aku nyengir dan cuma bilang, "Aku  nonton yang xxxxxx, tapi ngga sampai selesai." dan sampai rumah jujur aku baru nonton episode itu--sampai selesai. Terus waktu mereka saaling ngobrol tentang itu, ada yang usul...

"Gimana kalau kita bikin RM juga, tapi namanya diganti RWA."

...awalnya hening...

"Apa itu RWA? Kenapa ada RWA? Siapa aku? Siapa kamu?"

"Running With Addhuhers."

Terus setelah di setting sedemikian rupa, akhirnya RM-RM-an RWA itu real kesampean. Aku yang setelah itu (ngesok) tau gimana mainannya ikut aja langsung dateng ke tempat. Waktu itu ada 11 orang (kalau ngga salah) yang dateng, terus kita main kan ya buat dapetin misinya ....
Main terus yaaa...

Terus dapat misi gini :

"Foto di depan panggung Senam Lansia."

Eidan! 

Dan mau ngga mau, setelah dipaksa dan akhirnya kita sekelompok foto di depan sana. Ketika senam lansia bubar. Gimana rasanya, rasain sendiri-- bareng sensasi malu, musik dangdut yang nyala terus, malah-malah diajak buat joget bareng. 

Malu ngga malu.

Hal paling menyeramkan.

Itu kegiatan kita tahun lalu...

Precious moment lah bahasanya ...
.
.
.
.
.
.


Terus, kegiatan kita di awal tahun ini adalah menguras isi dompet.

Waktu itu hari Minggu di awal-awal bulan Januari, dapet pesan lagi.

"Gais, jalan yuk, ke mana kek, bosen nih."

"Yuk ayuk."

"Ke mana?" (Kalo di grup sih nulisnya KEMANS?)

"Nyobain tteobokki." (ngga tau tulisannya bener apa engga.)

Terus ada yang menimpali "Sama nyobain bibimbab."

"Sama bulgogi, aku baru makan mi bulgoginya nih."

"Yaudah jam 11 ya, jam makan siang."

(sebenarnya jam makan siang kita sih jam 12 ya, tapi namanya suara perut siapa yang mau menolak?)

Akhirnya kita ke sana kan, jam 11 lebih lah--biasa molor waktu. Terus ambil posisi di atas, dan milih menu. Kita ber-6 waktu itu.

"Eh tteobokkinya 2 porsi yaa, buat barengan, mahal nih."

"Eh eh, ngga jadi bibimbab deh, shushi aja gimana?"

(Dan ajaibnya semuanya mengangguk)

Kita yang biasanya jajan kenyang cuma 10-15 ribu, untuk 1 porsi shushi dipotong 4 dengan harga 30 ribu bisa dibilang mahal banget. Apalagi 1 mangkok tteobokki dengan harga 40 ribu.

Dan setelah selesai milih menu, pelayannya balik buat mencatat menu kita, dia bilang ...

"Tteobokkinya kosong." 

Jatuh sudah jatuh. Ngga jadi makan tteobokki.

Terus mikir... mikir keras...

"Ganti tomyam deh."

Dan eng-ing-eng akhirnya, cuma pesan tomyam, 2 porsi shushi, dan tea latte. 

Udah iya udah. 

Setelah menunggu sekitar 10 menit, semua menu pas di depan meja kita ber-6. Tuh ber-6 aja porsinya segitu.

Pertama kita semua makan shushinya, aku udah 2 kali ke sana jadi udah merasa biasa aja. Diantara kita ber-6 semuanya awalnya lancar, enak makan, dan asik foto-foto pakai tab salah satu dari kita. 

Terus tiba-tiba shushi bagianku jatuh... 

SHUSHINYA JATUH...
SHUSHINYA JATUH...
SHUSHINYA JATUH...

SHUSHINYA JATUH...
SHUSHINYA JATUH...
SHUSHINYA JATUH...


Karena mahal kan, aku ambil lagi dan aku tiup tiup...Dan setelah itu ... Taulah...

Terus waktu tomyamnya dateng, kita rebutan buat ambil tomyamnya... Kayak semacam semut ketemu roti.. Terus ada yang bilang.. 

"Eh aku nambah yaa.."

Semua melirik, (makanan mahal, merasa ngga rela)

"Eh, ngga jadi deh. Silahkan..."

.
.
.

Dan semuanya aku jalanin dengan mereka semua. Kesel, marah, ketawa, joget, nyanyi, salih mengejek--saling ketawa hina, saling menghibur, saling ngajarin ngerjain soal, jalan bareng, duduk bareng, semuanya aku lakukan bersama mereka. 

Ada yang suka rewel, ada yang berlagak rocker, ada yang udah dapet beasiswa ke sekolah sebelah, ada yang bilangnya boleh beli hape tapi akhirnya ngga boleh terus mendadak sedih karena ace 3 melayang, ada yang sukanya jahil ngumpetin barang orang tapi giliran dia ngga usil malah dia yang dituduh, ada yang sukanya nabung bilangnya buat beli hape baru juga, ada yang sukanya curhat, ada yang sukanya galau, ada yang sukanya ndengerin cerita bersama, ada yang sukanya nyanyi "melambung jauh ..." pake suara cengkok, ada yang sukanya pingin ini-itu tapi modal ngga cukup, ada yang sukanya bilang kembarannya lee hi padahal beda ibu, ada yang sukanya bilang kw-annya vic-fanny, ada yang sukanya galau kalo nanti SMA ngga sama doinya, ada yang sukanya nagihin utang, ada yang sukanya pingin pulang gegara ......., ada yang sukanya jualan cupcake, ada yang pernah diteror, ada yang sukanya bagi jajan, ada yang sukanya mintain jajan, ada yang sukanya jahil nyoret-nyoret buku orang, ada yang sukanya ngaca di kaca lemari mukena, ada yang sukanya teriak-teriak ngga jelas sampe guru kesel, ada yang multifandom sampe bingung sebenernya fandom dia apa, ada yang sukanya ngajak jalan, ada yang kalo diajak jalan selalu bilang bokek, ada yang jualan purwo snack, ada yang mintanya mie goreng tapi dikasihnya pulsa goceng--eror kelewat eror, ada yang suka sama brondong (read : adik kelas / cowoknya lebih muda), ada yang beli album malah dimarahin mamahnya gara-gara dia belinya album edisi chrismast, ada yang kalo vn-an di grup sukanya menuhin memori, ada yang sukanya kalau download gambar di grup sukanya gagal terus (read : buram), ada yang sukanya ngga malu dan ngga sadar kalo ulahnya ketangkep kamera CCTV sekolah yang usut punya usut selalu dicek kepsek, ada yang sukanya ngaca di helm, ada yang sukanya ngejodohin guru ini sama guru itu padahal tanpa disadari jodoh dia pun belum diketahui,  ada yang sukanya ngutang buat bayar kas, ada yang sukanya jadi korban bully-an, ada yang diecein tua gegara emang mutlak dia yang paling tua ...

ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...
ada yang ...

Kadang kalo kesel satu sama lain sukanya marah, jauh-jauhan, diem-dieman, saling bete, kadang bilang, "Sanah kamu, bete aku, jangan deket-deket aku." Tapi kalo lagi ngumpul, semuanya seneng bareng-bareng, ketawa bareng-bareng, kadang kalo lagi kangen suka bilang "Gais, micuuuu."

Ibaratnya kita itu, Kalau dekat lupa, kalau jauh rindu. 

Rindu.
Iya.
Bete.
Kadang.
Lupa.
Jangan. 
.
.
.
.
.



Stay happy gais, love you so much <3

Salam.
Zt




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

What a Year Has Taught Me

At the first time when I taught about what happiness means, it always gonna be, "It would be really amazing when things always go right." not because it's just always happiness that we feel, not always a blooming flowers that we see from afar, or just a warm jasmine tea that we always drink when it's a fully rainy day. When it comes to the time when I think about what happiness means, I always get a different meaning and perspectives.  When it came to my arrival at home in the last October, I was very ready to go back to my childhood memory, to go every side of this small city, to feel the breeze in the morning and every evening, to go to every places that has already been part of my childhood memories. Memorizing and reminiscing the feel when it comes to laugh hard with old friends, when it goes to do gardening with mom and harvesting her plants also comes to go a long night ride with my father. At that time, what happiness means to me was redoing every part of my ch...

Terus Belajar

Pengalaman adalah guru terbaik Alhamdulillah tanggal 14-16 Maret 2016 kemarin kami semua sukses mengadakan acara PLM yang memang dirancang sebagai program khusus tahunan. Kalau dipikir-pikir acara-acara seperti ini harusnya dilakukan tiap hari saja //HMMM// agar lelah itu bisa terasa sangat menyenangkan. Karena seperti aku, anak yang lebih suka bermain di luar, ketika tiba-tiba disuruh belajar di dalam ruangan tanpa camilan dan mainan kemudian hanya diberi buku dan soal latihan, lebih baik duduk selonjoran sambil mendengarkan lagunya Ed Sheeran. Yang ada bukannya selesai belajar, malah lebih cepat tertidur pulas (Tapi lagu-lagu Ed Sheeran overall favoritku semua kok). Jadi, seperti postingan PLM tahun lalu (yang belum baca bisa cek di sini ya  http://zitarifdani.blogspot.co.id/2015/03/that-i-had-best-day.html  ) acara PLM tahun ini juga alhamdulillah masih tetap sama, ada SMAIT Mengajar, sembako murah (atau gratis ya?), memasak, bazar pakaian pantas ...

I Had The Best Day

Jadi, tanggal 9 sampai 11 Maret 2015 kemarin di Karangrau Banyumas, tepatnya hari Senin sampai Rabu, aku dan teman-teman kelas 10 dan kelas 11 mengikuti kegiatan PLM atau singkatan dari Pengenalan Lingkungan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pas kakak-kakak kelas 12 menjalani UAS (eh apa US ya?)(Bedanya apa toh? Aku nda ngerti). Karena di postingan sebelumnya aku belum mengorek sedikitpun tentang kegiatan ini, soalnya kan postingan kemarin aku bikin puisi galau gitu yang sebenarnya aku pun masih mikir apa sih manfaatnya? HAHA Anyone feel me. Tapi ngga apa-apa kok, kan namanya berkarya, dalam keadaan apapun aku selalu write them down, all of them, mau itu sedih, senang, atau pun flat. . . Jadi kembali lagi. . . Kalo postingannya dibuat berjeda-jeda bikin penasaran ngga . . Haha, jangan kzl ya . . Nah, ada beberapa kegiatan di acara PLM ini. Buat yang putri itu mengajar dan memasak, terus buat yang putra itu bangun rumah. Dan aku kebagian kegiatan me...