Skip to main content

Cuma Butuh Proses




HALO SEMUA! IYA, HALO BUAT KAMU JUGA. KAMU YANG BACA INI //baper maaf//


Jadi hari ini aku mendapat pengumuman UN yang memang dijadwalkan diumumkan hari ini. Dan aku dengan teman-teman cewe merasa deg-degan, dan itu lumrah. Dan mungkin karena tegang dan deg-degan, Rima dari awal latihan wisuda yang kebetulan duduk di sebelahku mulai menunjukkan raut muka yang aneh-aneh. Awalnya sih kita diemin aja, terus kita komentarin doang. Tapi lama-lama kita gas-in juga dia, haha. Dan setelah kita semua menerima surat hasil UN, kata pertama yang aku lihat adalah PASSED dan aku ngga serta merta langsung berkoar meluapkan keteganganku, engga. Lalu aku mulai buka isi amplopnya dan melihat hasil dari UNku, dan saat itu juga aku langsung sujud syukur dan entah kenapa nangis. Dan ir mata itu keluar dan mengalir begitu saja. Dan aku justru membiarkan air mata itu turun begitu saja //kok melow gini, sih, postingannya//

"Zita, mau pelukkan, ngga?"

Dan aku melengos sebentar dan akhirnya aku mengangguk dan Ifa langsung memelukku .

Dan akhirnya aku dan Ifa nangis bersama dalam pelukkan singkat itu.

Dan itu rasanya justru sangat melegakkan. 

Karena bisa berbagi kebahagiaan itu rasanya sungguh indah
.
.
.
.
Ini belum masuk ke pembahasan utama aja intronya udah panjang kali lebar sama dengan luas ya, aduh maaf sekali yaa //ngomong sama udara//nangis di pojokkan//
.
.
.
.
Anggap aja yang tadi intermezzo dulu ya :" //maaf ya pembaca//eh ada yang baca, kan? :"""" //
.
.
.
.
Nah, kadang benar kata orang ; Dalam sebuah usaha yang terpenting bukanlah hasilnya, tapi prosesnya.

Walaupun kalimat itu hanya 1 kalimat, hanya 9 kata, tapi kalau dipikir-pikir lagi, kalimat di atas ada benarnya juga. Kita ibaratkan aja kita lagi membuat roti (mentang-mentang kemarin bikin red velvet cupcake), nah Si Roti itu pasti melewati banyak proses yang menyakitkan menurut dia. Dari npertama kali diaduk pakai mixer yang bertujuan agar bahan-bahan (bisa dibilang materi) bisa tercampur rata semua. Padahal kita tahu kalau bahan-bahan untuk membuat roti itu beragam dan saling bertolak belakang, tapi demi membuat adonan yang padu, semua bahan tersebut rela untuk diaduk bersama. Kemudian saat ia sudah selesai diaduk, maka adonan itu tidak serta merta langsung selesai prosesnya. Tidak. Ia harus dibanting-banting atau dipukul-pukul dulu agar adonan yang sudah padu akan semakin sempurna dan nanti saat dia dipanggang bisa mengembang dengan sempurna. Dan yang terakhir adalah proses pemanggangan yang membutuhkan waktu yang relatif lama dan energi yang besar yang dikeluarkan dari Si Roti. Mengapa? Karena di dalam proses pemanggangan itulah Si Roti diperlukan untuk 'mengembangkan diri' dalam artian adalah mulai untuk menunjukkan dirinya yang sesungguhnya. Dan dengan sekuat tenaga ia bisa membuat dirinya mulai berkembang dan mulai beradaptasi. Dan setelah keluar dari panggangan, barulah ketahuan mana roti yang gagal dan mana roti yang berhasil. Roti yang berhasil pasti akan digunakan dan dipuji karena keberhasilan pembuatan roti tersebut dan akan dicontoh cara pembuatannya oleh yang lain. Dan roti yang gagal akan dibuang dan tidak digunakan lagi.

Nah, itu yang namanya proses. Satu kata yang sederhana tapi perlu usaha yang besar. Karena dalam sebuah hasil yang baik, ngga mungkin ngga dibarengi dengan usaha yang baik. Karena dalam proses itulah diri kita berkembang dan menerima banyak hal yang sebelumnya belum pernah kita terima. Dan dalam proses itu juga kita diminta untuk memilah mana yang cocok dan baik untuk perkembangan diri kita. Jadi saat proses terakhir dari usaha kita, semua bahan-bahan yang sudah digas dari lama akan menghasilkan nilai yang tak ternilai.

Get it?

AKU TAHU INI SULIT TAPI TOLONG SATU ORANG AJA MENGERTI :"

Jadi, berdasarkan kata orang tadi, kita memang hanya butuh proses. Dan di dalam proses itu ada usaha dan doa yang sangat diperlukan agar proses itu dapat menjadikan hasil yang baik.

So, jangan bosan-bosan dengan proses, ya!





Big love,
zita :))

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

What a Year Has Taught Me

At the first time when I taught about what happiness means, it always gonna be, "It would be really amazing when things always go right." not because it's just always happiness that we feel, not always a blooming flowers that we see from afar, or just a warm jasmine tea that we always drink when it's a fully rainy day. When it comes to the time when I think about what happiness means, I always get a different meaning and perspectives.  When it came to my arrival at home in the last October, I was very ready to go back to my childhood memory, to go every side of this small city, to feel the breeze in the morning and every evening, to go to every places that has already been part of my childhood memories. Memorizing and reminiscing the feel when it comes to laugh hard with old friends, when it goes to do gardening with mom and harvesting her plants also comes to go a long night ride with my father. At that time, what happiness means to me was redoing every part of my ch...

Terus Belajar

Pengalaman adalah guru terbaik Alhamdulillah tanggal 14-16 Maret 2016 kemarin kami semua sukses mengadakan acara PLM yang memang dirancang sebagai program khusus tahunan. Kalau dipikir-pikir acara-acara seperti ini harusnya dilakukan tiap hari saja //HMMM// agar lelah itu bisa terasa sangat menyenangkan. Karena seperti aku, anak yang lebih suka bermain di luar, ketika tiba-tiba disuruh belajar di dalam ruangan tanpa camilan dan mainan kemudian hanya diberi buku dan soal latihan, lebih baik duduk selonjoran sambil mendengarkan lagunya Ed Sheeran. Yang ada bukannya selesai belajar, malah lebih cepat tertidur pulas (Tapi lagu-lagu Ed Sheeran overall favoritku semua kok). Jadi, seperti postingan PLM tahun lalu (yang belum baca bisa cek di sini ya  http://zitarifdani.blogspot.co.id/2015/03/that-i-had-best-day.html  ) acara PLM tahun ini juga alhamdulillah masih tetap sama, ada SMAIT Mengajar, sembako murah (atau gratis ya?), memasak, bazar pakaian pantas ...

I Had The Best Day

Jadi, tanggal 9 sampai 11 Maret 2015 kemarin di Karangrau Banyumas, tepatnya hari Senin sampai Rabu, aku dan teman-teman kelas 10 dan kelas 11 mengikuti kegiatan PLM atau singkatan dari Pengenalan Lingkungan Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pas kakak-kakak kelas 12 menjalani UAS (eh apa US ya?)(Bedanya apa toh? Aku nda ngerti). Karena di postingan sebelumnya aku belum mengorek sedikitpun tentang kegiatan ini, soalnya kan postingan kemarin aku bikin puisi galau gitu yang sebenarnya aku pun masih mikir apa sih manfaatnya? HAHA Anyone feel me. Tapi ngga apa-apa kok, kan namanya berkarya, dalam keadaan apapun aku selalu write them down, all of them, mau itu sedih, senang, atau pun flat. . . Jadi kembali lagi. . . Kalo postingannya dibuat berjeda-jeda bikin penasaran ngga . . Haha, jangan kzl ya . . Nah, ada beberapa kegiatan di acara PLM ini. Buat yang putri itu mengajar dan memasak, terus buat yang putra itu bangun rumah. Dan aku kebagian kegiatan me...