Malam itu di bulan Mei aku terdiam
Menunda apapun yang akan dilakukan
Mencari hal baru yang bisa dikerjakan
Dan kemudian kejadian itu menguap
Memberi bayang-bayang yang rapih di dalam pikiran
Menunggu untuk diingat
Dan saat bumi gelap sisakan bulan
Kata demi kata terus tercipta
Berharap kalimat-kalimat ini akan sampai padamu
Kemudian siang panas yang haru di bulan Juni
Aku sampaikan surat itu padamu
Terbungkus rapih dengan namamu di sudut kirinya
Dan akhirnya hati jadikan bintang sinarnya
Tersenyum lihatnya tembus impian
Dan aku hanya bisa berkata : Jangan menangis lagi
Teruntuk kamu ; yang membuat pilu malam ini *iniserius*
Karena sahabat sejati tak akan melupakanmu, dan tidak meninggalkanmu. Walau seburuk apapun dirimu padanya, pasti akan ada banyak kebaikan yang ia dapatkan darimu. Ia akan tertawa untukmu, menangis untukmu, berbicara di saat kamu bahkan merasa lidahmu kelu untuk memulai pembicaraan kepadanya. Ia akan ingat dirimu, mengabari, membuat panggilan untuk dirimu dan merasa pilu saat kamu bahkan sampai menangis.
Dan, Walaupun ia dapatkan teman baru di saat ia berjuang, ia akan selalu ingat dirimu dan kemudian di saat bertemu ia selalu berlari untuk memelukmu dan katakan rindu.
Karena ia tahu ke mana ia akan pulang.
... Itu dilap dulu air matanya ...

Duuuh zita melow amat malming2 :""
ReplyDelete