Skip to main content

Posts

Fakir Ilmu

Assalamualaikum teman-teman. Wah sudah lama sekali aku ngga menulis di sini. Ayo kita  bersama-sama bersih-bersih blog yang berdebu dan penuh jamur ini hehehe. Sepertinya di postingan sebelumnya tentang Balada Mimpi-mimpi Zita (buat teman-teman yang belum baca, bisa baca  di sini ya) aku sudah berjanji (ngga berjanji juga sih, tapi kalau sempat untuk menulis aja hahaha) untuk menuliskan tentang pengalamanku mengikuti salah satu pendaftaran salah satu perguruan tinggi kedinasan, yaitu USM PKN STAN. Nah, setelah balada-balada USM yang katanya susah dan ternyata setelah dijalani ternyata memang susah, karena waktu itu daftar USM murni karena disuruh oleh orang tua, jadi daftar aja dan yaudah belajar dalam waktu yang mepet banget (hahaha ngga nyambung sama konteks sebelumnya ya). Bilangnya buat jaga-jaga kalau memang mutlak ngga diterima di PTN (atau PTS). Tapi nyatanya, daftar USM PKN STAN aja dari awal sudah butuh perjuangan dan sudah bikin capek, pemirsa. ...

Balada Mimpi-mimpi Zita

Sekitar sebulan yang lalu akhirnya aku resmi lulus SMA. Rasanya? Wah, senang, sedih, terharu semuanya campur jadi satu. Kegembiraan untuk akhirnya akan  menjadi mahasiswa, kata “maha” yang berarti aku sudah harus bisa lebih baik daripada menjadi siswa, dan yang berarti adalah tingkat tertinggi dari menjadi siswa. Sedih? Aku cukup sedih Karena harus meninggalkan teman-teman, sekolah yang aku entah kenapa nggga pernah bosan untuk berada di sana, 12 tahun sekolah di bawah yayasan yang sama, dari SD-SMA yang sebenarnya ya teman-temannya kebanyakan ya itu-itu saja, tapi aku ngga pernah bosan! Guru-guru yang baik, mereka yang sangat pengertian dan kadang iklas untuk direse-in, ngga tahu lagi akan menemukan guru seperti mereka di mana lagi. Terharu? Wah, ngga bisa dibayangin, kelas 12 men, kami yang istilahnya dispesialkan, diistimewakan dan mungkin yang paling banyak memenuhi pikiran guru-guru, digenjot habis-habisan, diforsir tenaga, jam tidur, otak, dan uang jajannya untuk mengikuti ...

Buang Rasa Minder | Beropini #2

Minder. Beh, dari judulnya aja udah langsung ketahuan postingan kali ini mau bahas apa. Sebernarnya kali ini aku mau curhat aja sih, karena baru inget kalau sebenarnya hal ini sendiri udah sering banget dibahas ataupun di up sama aku dan teman-teman, kemudian aku baru ingat kalau aku punya blog yang di mana sampai saat ini aku gunakan untuk menulis dan menuangkan unek-unek apapun, jadi mostly postingan kali ini lebih ke opini dan curhatanku tentang minder. Setelah dicari-cari, minder itu sendiri setelah aku simpulkan adalah keadaan di mana kita merasa tidak lebih baik dari orang lain dan hal tersebut bisa menyebabkan seseorang sulit untuk mengembangkan dirinya.  Kalau mau dikilas balik lagi ke belakang, dulu aku sering banget merasa minder. Minder kalau aku memilih sesuatu yang berbeda dari orang lain, seperti aku sendiri memilih opsi A dan orang lain mostly memilih opsi B. Aku minder dan merasa ngga cukup capable pada saat pertama kali di kelas 10 aku ikut seleksi un...

Being A Woman with Hijab | Beropini #1

Akhir-akhir ini televisi ngga ada habis-habisnya menayangkan berita-berita yang rasanya bikin pengin elus dada terus untuk bersabar. Termasuk internet juga. Headline-headline yang sebenarnya kalau kita kaji lagi pun justru it doesn't make us proud to be the part of this country (maybe, cause it's just my opinion so it can be right or wrong). Mulai dari isu politik yang (lagi-lagi) tidak ada habisnya, masalah sosial, sampai dunia entertainment yang memang lagi sedap-sedapnya menyuapi society kita yang kita sendiri sebagai penikmat berita nggak tahu kebenaran dari berita-berita tersebut. Ups, padahal bahasan kali ini bukan tentang itu. Lanjut move on aja, yuk. Semenjak masuk SMA ini, dan bahkan sampai senior year sekalipun, ada banyak hal yang berubah secara signifikan dari apa yang terjadi dari masa aku sebelum seperti ini. Dari cara berpikir, bertindak, membuat keputusan sampai cara bermuhasabah sekalipun, semuanya sudah beda. Banyak faktor yang jelas mempengaruhi dari...

Ekspektasi

Jadi sebenarnya sudah pengin banget nge-post tulisan ini, karena in which way ya sempat beberapa kali pengin banget nyentuh laptop dan langsung write them out. Tapi setiap kali aku pengin untuk menuliskannya, takut banget ; takut tulisannya tidak berfaedah //samfah banget ya hahaha// atau pembaca tidak dapat pelajaran seperti apa yang aku renungkan atau justru malah yang aku bilang tadi, jadi sampah blog //kok kasar sih zit bahasanya huhu// Tapi setelah tempo hari bulan Juli sudah selesai dan sekarang sudah awal Agustus dan a new month has came and I always make a new resolution //gaya banget yah hahaha// setiap bulannya tapi entah kenapa rasanya ada twist yang berbeda. Ada perasaan di mana aku sedih banget, rasanya hari-hari nggak berjalan sesuai dengan apa yang aku harapkan dan kesedihan seperti jadi temanku saat itu. Lalu di satu hari aku sempat baca buku yang isinya nendang banget sampai otakku, seperti kata-kata di buku itu menyinggung apa yang aku rasakan...

Berbagi Justru Membuatmu Lebih Kaya

Hai, it's been a while since the last time I posted my last poem ya and here I go to tell you why kok judulnya panjang banget gitu ya, yang aku pula ngga ngerti kalau dalam kaidah kebahasaan judul seperti itu boleh ditulis atau engga. But at least, terlepas dari judul yang panjang tersebut, terdapat pengalaman yang tak ternilai harganya (agak geli sih nulisnya but let's get started! ) Jadi aku menghabiskan liburan puasaku dengan jadi gulungan daging di rumah. Awalnya sih begitu, karena aku sempat sakit (jadinya malah curhat) selama 15 hari dan selama 15 hari tersebut aku tidak puasa karena ya at least sama dokternya harus minum obat terus dan harus makan, makan, makan, makan, makan sampai perutnya full. Tapi yang namanya orang sakit, apalagi sakit pencernaan, dikasih makan justru (maaf maaf aja ya) dimuntahin, mau nelen makanan juga susah soalnya radang tenggorokan juga, mau mencicipi makanan rasanya juga pengin mbrebes mili nih ati soalnya lidahnya pahit dan...

Rindu

Ini tempat recomended banget! Ada di Banjarnegara, namanya Bukit Asmara Situk. Viewnya bagus banget dan tempatnya belum begitu rame. Jadi buat temen-temen yang mau melihat kota Banjarnegara dari atas, bisa ke bukit ini ya! ((Padahal naik ke atas bukitnya ngos-ngosan)) Kadang terbesit di benakku bayang-bayangmu ketika rindu.  Tapi aku paham, ada yang namanya kesabaran itu diuji.  Ketika rindu itu menguap bagai kepulan asap, aku pegang hatiku erat-erat agar ia tak jatuh ke dalamnya. Karena aku takut.  Takut hati ini rindu pada semua kenangan.  Takut ia tak lagi kokoh menyimpan semua rahasia. Namun aku selalu bertanya.  Mengapa Ia bisa begitu menumbuhkan rasa sakit ketika kamu pergi?  Mengapa Allah relakan aku hadapi pertemuan singkat ini denganmu?  Mengapa Ia buat aku rasakan pedihnya sakit hati? Tapi aku tahu, ada yang namanya keikhlasan.  Kamu mungkin lihat aku terdiam.  Tapi dalam diri ini ...