Sekitar sebulan yang lalu akhirnya aku resmi lulus SMA. Rasanya? Wah, senang, sedih, terharu semuanya campur jadi satu. Kegembiraan untuk akhirnya akan menjadi mahasiswa, kata “maha” yang berarti aku sudah harus bisa lebih baik daripada menjadi siswa, dan yang berarti adalah tingkat tertinggi dari menjadi siswa. Sedih? Aku cukup sedih Karena harus meninggalkan teman-teman, sekolah yang aku entah kenapa nggga pernah bosan untuk berada di sana, 12 tahun sekolah di bawah yayasan yang sama, dari SD-SMA yang sebenarnya ya teman-temannya kebanyakan ya itu-itu saja, tapi aku ngga pernah bosan! Guru-guru yang baik, mereka yang sangat pengertian dan kadang iklas untuk direse-in, ngga tahu lagi akan menemukan guru seperti mereka di mana lagi. Terharu? Wah, ngga bisa dibayangin, kelas 12 men, kami yang istilahnya dispesialkan, diistimewakan dan mungkin yang paling banyak memenuhi pikiran guru-guru, digenjot habis-habisan, diforsir tenaga, jam tidur, otak, dan uang jajannya untuk mengikuti ...
if you can't talk then let the words speak